Ilustrasi Kamera
Ilustrasi: Freepik

Fotografi merupakan proses melukis dengan menggunakan media cahaya. Fotografi hingga kini masih tetap eksis dan banyak digemari oleh berbagai kalangan karena mampu mengabadikan suatu momen dalam bentuk gambar. Untuk membuat foto yang baik, hal yang paling mendasar untuk pemula adalah memahami 3 sekawan. Yuk, simak apa sih 3 sekawan itu?

ISO

ISO adalah ukuran sensitifitas atau kepekaan sensor kamera terhadap cahaya.
Ukuran angka kecil = sensifitas terhadap cahaya rendah.
Ukuran angka besar = sensitifitas terhadap cahaya tinggi.

ISO dengan angka besar (ISO tinggi) akan menurunkan kualitas gambar karena munculnya bintik-bintik seperti pasir dan detail yang halus akan hilang serta dapat menimbulkan foto berisik (noise). Tapi untuk kondisi yang sulit seperti sedikit cahaya dalam ruangan, ISO tinggi seringkali diperlukan.

Misal: saat memotret pada kondisi gelap malam hari menggunakan ISO yang cukup tinggi (3200, 6400), sedangkan saat memotret pada kondisi terang pagi hari cukup menggunakan ISO kecil (100, 200, 400)



Diafragma / Bukaan / Aperture
Dalam prakteknya, jika Anda berada di lingkungan dimana cahaya sangat terang, maka kita bisa menutup bukaan sehingga lebih sedikit cahaya masuk ke dalam. Jika kondisi lingkungan gelap, maka kita bisa membuka bukaan lensa sehingga hasil akhir menjadi optimal.

Bukaan juga bisa digunakan untuk mengendalikan kedalaman ruang. Bukaan kecil membuat kedalaman bidang menjadi besar, akibatnya semua bidang dalam foto menjadi tajam atau berada dalam fokus sedangkan bukaan besar membuat kedalaman ruang menjadi tipis akibatnya latar belakang subjek menjadi kabur.

Angka kecil berarti bukaan besar, sedangkan angka besar berarti bukaan kecil. Contoh: f/1, f/1.4, f/2, f/4. f/5.6, f/8, f/16, f/22 dan seterusnya. Setiap lensa memiliki bukaan maksimum dan minimum. Angka yang tertera dalam lensa seperti f/3.5-5.6 berarti makimum bukaan bervariasi antara f/3.5 sampai f/ 5.6.


Shutter Speed

Kecepatan rana (shutter speed) adalah durasi kamera membuka sensor untuk menyerap cahaya. Semakin lama durasi, semakin banyak cahaya masuk ke kamera. Hasil foto pun akan bertambah terang. Satuan shutter speed dalam detik atau pecahan detik. Variasi dapat diatur dari badan kamera. Selain mempengaruhi kuantitas cahaya, shutter speed mempengaruhi foto dalam dua hal:

Kecepatan rana yang cepat membekukan (freeze) objek yang bergerak.
Menggunakan kecepatan rana yang tinggi (1/1000, 1/4000) untuk membekukan gerakan subjek yang bergerak, seperti pada foto pertandingan olahraga.

Kecepatan rana yang lama menangkap gerakan (motion) objek secara berkesinambungan.
Menggunakan kecepatan rana yang rendah (1/30) untuk merekam efek gerak, seperti dalam merekam pergerakan air terjun dan efek blurry pada foto lalu lintas yang cepat.

Nah, kalau sudah paham, kalian dapat menerapkannya deh!