Foto: Rifdah Khalisha


Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman mempersembahkan Cagar Budaya Bahagia, pameran lomba fotografi dan instalasi Cagar Budaya di Museum Nasional Indonesia, Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Jakarta Pusat.

Acara ini diselenggarakan di Gedung B: Ruang Pamer Temporer Museum Nasional mulai 3 sampai 9 oktober 2019, pukul 10.00 – 17.00 WIB. Acara ini menyajikan edukasi melalui beragam cara seperti seminar Cagar Budaya, lokakarya fotografi, dan dongeng pelestarian cagar budaya yang dititik bertatkan pada siswa dan guru sekolah.

Pameran dikuratori oleh Agi Ginanjar (Dosen Arkeologi Universitas Indonesia), bekerja sama dengan komunitas seni rupa dan pendidikan berbasis di Jakarta, SERRUM (share and room) sebagai seniman instalasinya dengan mengusung konsep Past-Present-Future.

Past menceritakan masa awal manusia menciptakan kebudayaan materi sampai hasil dokumentasi pemerintah Hindia-Belanda berbentuk kaca negatif. Present berupa pameran 37 foto cagar budaya saat ini dan beberapa upaya pelestarian cagar budaya yang dilakukan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. Terakhir, Future menggambarkan perkiraan bentuk dan pelestarian cagar budaya di kemudian hari yang dituangkan dalam bentuk seni instalasi.

 “Instalasi kumpulan souvenir dari setiap cagar budaya yang ada di Indonesia merupakan bentuk representasi pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya dalam dunia pariwisata. Tidak dipungkiri saat ini sudah banyak cagar budaya yang memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi masyarakat sekitar cagar budaya tersebut.” Tutur Dewi Sinta, salah seorang seniman instalasi pada pameran ini saat ditemui pada Sabtu (5/10).

Pameran fotografi merupakan kelanjutan dari kompetisi foto #PERCAYA yang diadakan melalui platform media sosial instagram milik Kemendikbud dengan judul "Pesona Cagar Budaya Indonesia: Mahakarya dalam Bidikan Kamera" yang diselenggarakan Agustus lalu.

Lomba tersebut menghasilkan 2.148 karya foto terkait cagar budaya. Foto kemudian dikurasi dan dilakukan penjurian oleh Kemendikbud bersama komunitas fotografer Jakarta Photography Club (JPC). 37 foto terpilih dipamerkan dengan juara pertama Pertirthaan Belahan atau Candi Sumber Tete (Candi Belahan) karya Dewi Tanjung dan juara kedua Bersimpuh Pada Betara (Candi Tebing Jukut Paku) karya Kadek Raharja.

Melalui rangkaian acara dan pameran ini, diharapkan masyarakat dapat tahu lebih banyak tentang cagar budaya, warisan budaya bernilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan di masa lalu serta tumbuh apresiasi sebagai bentuk kebanggaan terhadap cagar budaya Indonesia. Selain itu, secara tidak langsung dapat saling mengajak untuk melestarikan cagar budaya.