![]() |
| Ilustrasi kedai kopi Ilustrasi: Rifdah Khalisha |
Jika ditelisik jauh
kebelakang, kopi yang merupakan minuman hasil seduhan bubuk biji kopi memang
menjadi salah satu minuman yang lumrah disajikan di berbagai acara. Entah untuk
sekadar diminum saat bersantai ataupun saat menjamu para tamu. Namun, di
zaman milenial seperti
sekarang budaya minum kopi telah bermetamorfosa menjadi trend gaya
hidup kekinian.
Candu minuman berkafein
tersebut kian merebak. Jika dahulu identik dengan minuman orangtua, kini kopi
digemari oleh semua kalangan. Menurut data dari National Coffee
Association 2016, dalam delapan tahun terakhir konsumsi kopi harian mengalami
kenaikan. Di kalangan usia 18-24 tahun naik dari 34% menjadi 48% dan kalangan
usia 25-39 tahun naik dari 51% menjadi 60%. Dapat dilihat bahwa mayoritas
konsumen kafe atau kedai kopi didominasi oleh remaja dan dewasa.
Kopi dikenal mampu mengubah
kondisi sosiologis dan sosial bagi penikmatnya. Selepas menjalani aktivitas
yang padat, kopi konon dianggap memiliki manfaat untuk
menyegarkan tubuh serta menghilangkan rasa letih dan kantuk. Kini kopi bukan
hanya dikenal sebagai asupan peningkat stamina, tetapi juga sebagai salah
satu momen memperlihatkan identitas diri suatu kelompok dan sebagai gaya
minuman masyarakat ekonomi menengah keatas.
Fungsi sosial ini mulai
bergeser sejak hadirnya kedai kopi dengan harga kopi yang cukup tinggi sehingga
kegiatan minum kopi pun naik kelas. Harga tinggi ini karena kedai kopi dikemas
secara modern dengan interior instagramable, suasana nyaman, dan
tersedianya Wi-Fi. Kedai kopi pun menjadi tempat yang tepat untuk berkumpul,
bertukar cerita, belajar, atau tempat nongkrong kalangan muda.
Melihat banyaknya penikmat
kopi, peluang bisnis di bidang kopi pun berkembang pesat. Hal ini terlihat
darii menjamurnya kedai kopi di berbagai sudut jalanan dan berbagai olahan
kopi. Perkembangan kopi di Indonesia yang begitu pesat sedikit banyak
dipengaruhi oleh trend gelombang ketiga atau third
wave coffee yang sedang terjadi di dunia sehingga segi kualitas
dan asal usul kopi begitu diperhatikan.
Karena ketatnya persaingan,
setiap kedai kopi pun menciptakan kreasi dengan menawakan beragam jenis kopi
dan berlomba-lomba memberikan pengalaman mnum kopi yang berbeda sehingga
menciptakan daya tarik tersendiri untuk menggaet pelanggan datang mencoba menu
yang disuguhkan.
Di Indonesia sendiri karakter
Nusantara ikut dibawa lewat sajian kopi yang dicampur dengan aneka
rempah-rempah sehingga menciptakan cita rasa yang eksotik. sehingga. Karakter
Nusantara itu akan ikut dibawa lewat sajian kopi. Melalui implementasi inilah
tercipta produk baru seperti kopi gula aren, kopi kayu manis, kopi santan, kopi
bunga lawang, kopi pandan, dan lain sebagainya.
Tak hanya produk kopinya,
profesi meracik kopi atau biasa disebut barista juga mulai diminati. Profesi
ini menjadi ternama karena untuk menyajikan secangkir kopi membutuhkan keahlian
khusus, pengetahuan, dan pengalaman lebih tentang berbagai jenis kopi. Karena
hal ini pula ilmu tentang perkopian dan teknik menyeduh kopi pun semakin banyak
dipelajari. Budaya minum kopi yang sudah ada sejak dahulu ini diharapkan tidak
tergerus oleh zaman dan tren semata, tetapi harus terus dilestarikan.


18 Komentar
bener! Apalagi sekarang udah banyak banget kedai kopi di Jakarta.
BalasHapusIyap benar, Segala variasi kopi ada!
HapusCoffee is lifestyle
BalasHapusNah kan kopi sudah lekat dengan kehidupan
HapusMantap banget emang, kopi selain penghilang rasa lelah juga bisa mempersatukan kebersamaan
BalasHapusBetul kan? Menikmati kopi sambil bercengkerama memang paling asik
HapusEmang mantep kalo udah ngopi tuuh
BalasHapusJadi tidak mudah ngantuk yaah
Hapussetujuuuu
BalasHapusYay sependapat!
Hapusilustrasinya bagus iii
BalasHapusAlhamdulillah terimakasih!
HapusI luv kopi ❤ like im fol in luv with u ekek
BalasHapusWiii segitu cintanya ya sama kopi. I luv u juga deh terimakasih sudah mampir
HapusAjaib sekali kan, minuman bisa mempersatukan pertemanan!
BalasHapusilustrasinya baguss
BalasHapusniat banget ilustrasinya. SALUTE!! <3
BalasHapusLucu banget ilustrasinya huhu
BalasHapus