Potret Allya Putri


Setiap insan tentu pernah mendengarkan musik. Menurut David Ewen, seorang penulis buku-buku musik, seni musik adalah ilmu pengetahuan serta seni mengenai kombinasi ritmik dan beberapa nada, baik vokal ataupun instrumental. Yang mencangkup melodi serta harmoni sebagai ekspresi dari segala sesuatu hal yang ingin diungkapkan terlebih dalam segi emosional.

Berbagai penelitian memaparkan bahwa musik terbukti memiliki pengaruh baik untuk kehidupan. Seperti mengurangi stress, memperbaiki suasana hati, membuat tidur lebih nyenyak, merangsang kerja otak, membantu mengingat memori, meningkatkan IQ dan kinerja akademik, mengurangi rasa sakit, dan masih banyak manfaat lainnya.

Terlahir di keluarga pecinta musik dan Ayah seorang pemusik membuat hari-hari Allya Putri atau yang akrab disapa Aya diisi dengan mendengar musik tahun 80-an serta suara gitar yang dipetik Ayahnya. Hal ini membuat ia mulai jatuh cinta kepada musik sejak duduk di bangku sekolah dasar. Tak hanya itu, Aya kecil pun sering ikut menemani Ayahnya latihan band.

Berawal dari cover lagu  ̶ menyanyikan ulang lagu milik penyanyi lain dengan versi kita sendiri ̶  di soundcloud dan tampil di sekolah saat SMP. Lalu bergabung dalam band sekolah sebagai vokalis saat SMA. Semua itu membentuk pribadi Aya menjadi lebih berani unjuk bakat. Kini, di media sosial miliknya ia tak ragu lagi untuk mengunggah cover lagu, baik berbentuk audio maupun visual. Selain itu, ia juga mulai aktif di youtube.

Aya mengaku bahwa ia belum pernah mengikuti les musik atau bernyanyi, “Ayah kan bisa bermusik, jadi ya belajarnya sama Ayah. Ayahnya bisa, anaknya juga harus bisa dong. Belajar kunci dasar aja sih dari Ayah, setelahnya belajar sendiri.” Ujar gadis kelahiran 1999 yang menyukai berbagai genre musik terutama electro pop, folk, alternative pop, dan indie pop.

Meski saat ini sedang mengenyam pendidikan desain grafis di Politeknik Negeri Jakarta, Aya tetap menjalankan bakat dan minatnya di bidang musik. “Sebenernya masih bimbang diantara menjadi desainer yang saat ini menjadi jurusan kuliah atau menjadi pemusik, jadi saat ini hanya berfokus cover lagu dan menulis lagu,” terang Aya.

Ia mulai menulis lagu seusai pulang dari showcase bersama Pamungkas dan Sal Priadi. “Mereka cerita tentang bagaimana mereka menciptakan sebuah lagu dan mengapa lagu-lagu tersebut hadir. Disana aku dapat kesempatan ngobrol sama Pamungkas, penyanyi yang membuat lagunya sendiri. Ia benar-benar menginspirasi aku untuk bisa membuat lagu sendiri.”

Setelahnya, Aya mulai menulis lagu sebagai curahan perasaan. Ketika sedih, kecewa, patah hati, dan badmood, ia lebih memilih menuangkan perasaannya tersebut kedalam sebuah lagu sehingga kebanyakan lagu yang ia tulis mencerminkan perasaan sedihnya.

Ia juga menulis lagu dari pertanyaan-pertanyaan muncul di kepalanya, misalnya tentang mencintai diri sendiri, tentang orang-orang yang datang ke kehidupannya, orang-orang  yang ia cintai, dan tentang persahabatan. Semua perasaan itu ia tuangkan di sebuah buku khusus.

Sejak Januari 2019 sampai Oktober 2019 Aya sudah menulis 15 lagu yang terdiri dari 3 lagu berbahasa Indonesia dan 12 lagu berbahasa Inggris. “Entah kenapa aku merasa lebih mudah dan percaya diri kalau menulis lagu dengan bahasa Inggris. Sudah hampir setahun ini aku konsisten menulis lagu, ya walaupun belum ada yang tenar, sih.”

“Ada dua fase mendengarkan lagu dimana aku memperhatikan lirik, jadi kalau musiknya kurang enak tapi liriknya berkaitan sama kehidupan aku, aku bakal suka sama lagunya. Yang kedua mungkin aku gak perlu lirik tapi musiknya enak dan bikin aku merasakan sesuatu.”

“Untuk laguku, aku lebih memperhatikan liriknya karena aku pengen laguku berkaitan sama perasaan orang-orang. Aku ingin menunjukkan kalau aku juga merasakan apa yang selama ini mereka rasakan, kayak perasaan sedih itu normal, loh.” Ungkap Aya.

Sampai saat ini belum pernah terlintas dalam pikirannya untuk mengikuti audisi musik “Kebanyakan ajang pencarian bakat kan ada standar tertentu, dituntut harus seperti apa dan punya suara yang menggelegar. Sedangkan aku gak bisa seperti itu,  intinya sih aku gak mau diatur baik dalam membuat lagu ataupun bermusik.”

Untuk dapat menyanyikan dan membagikan lagu buatannya sendiri dengan percaya diri sudah menjadi suatu kebahagiaan buat Aya. Terlebih, mulai banyak yang mengetahui Ia lewat karya miliknya dan ikut merekam serta membagikan karya tersebut.

“Mimpi yang sangat ingin aku capai itu tampil di festival musik. Setiap kali nonton festival musik, beberapa detik aku ngebayangin kalau aku yang ada di panggung tersebut. Sejujurnya aku pengen serius di bidang ini,” harapnya.