Kini hampir setiap insan pasti memiliki media sosial. Media sosial
bagai candu tak terpisahkan dari kehidupan penggunanya. Media sosial menurut
ahli komunikasi McGraw Hill adalah
sarana yang digunakan orang-orang untuk berinteraksi satu sama lain dengan cara
menciptakan, berbagi, serta bertukar informasi dan gagasan dalam sebuah
jaringan dan komunitas virtual.
Tercatat dalam laporan “Essential Insights Into Internet, Social
Media, Mobile, and E-Commerce Use Around The World”. Laporan yang terbit pada
30 Januari 2018 ini mengungkapkan bahwa pengguna aktif media sosial mencapai
130 juta. Dengan penetrasi 49 persen dari jumlah populasi Indonesia sebanyak
265,4 juta jiwa.
Media sosial memang mampu memangkas jarak sosial. Tetapi hal ini
justru menghadirkan masalah baru. Minimnya pengetahun dalam menggunakan media
sosial menjadi penyebabnya. Penyalahgunaan pun tak terhindari karena terlalu
bebas berekspresi. Banyak pengguna mengalami gangguan mental karena kejamnya
media sosial.
Gangguan mental atau mental illness merupakan
penyakit kejiwaan yang mempengaruhi pikiran, perasaaan (emosi), dan perilaku
seseorang. Penderita gangguan kepribadian ini akan sulit mengetahui perilaku yang
dianggap normal dan tidak. Penderita pun rentan melakukan kegiatan menyakiti
diri sendiri. Fatalnya, mereka mungkin saja mengakhiri hidup.
Sebagai pengguna media sosial, alangkah baiknya menjaga norma
dan etika sosial. Dengan
tujuan agar tidak menimbulkan masalah baik pada diri sendiri, maupun orang
lain. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan jejaring sosial.
Cermat dalam menyebarkan informasi.
Media sosial sangat berpotensi memengaruhi pandangan publik
terhadap sesuatu. Saat ini informasi palsu (hoaks) makin merajalela.
Persebarannya melesat cepat. Banyak berita bohong yang dikemas dengan cukup
meyakinkan.
Verifikasi terlebih dahulu sesuatu yang akan dibagikan. Telitilah
sumbernya. Apakah informasi tersebut sudah terbukti benar adanya atau malah
merupakan berita palsu. Unggahan tidak akurat dapat dikenai hukuman pidana UU
Nomor 1 Tahun 1945, Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan Pasal 15
Hindari memberikan komentar kebencian.
Berpikir sebelum berpendapat dan selektif memilih kata-kata.
Mungkinkah ungkapan kita menyinggung, merugikan, atau melecehkan
seseorang? Pergunjingan memang
terlihat asyik meskipun nirfaedah.
Jika ingin memberikan kritik akan suatu persoalan, lakukan dengan cara yang
beradab. Ujaran kebencian telah melanggar UU ITE Pasal 28 ayat (2).
Jangan menghina fisik seseorang.
Perlahan-lahan media sosial mulai menjauhi fitrahnya yang semula.
Hinaan terkait kondisi fisik akan membunuh karakter seseorang. Penerima ujaran
tersebut dapat merasa keberhargaan dirinya menurun. Selain tidak nyaman, akan
mengganggu secara psikis. Pasalnya, kondisi psikologis dan reaksi emosional
setiap orang berbeda.
Hal ini dapat berujung dipidana. Mereka yang merasa dihina dapat membuat laporan pelanggaran UU ITE UU No. 11 tahun 2008 serta perubahannya pasal 27 ayat (3) dan Pasal 45 ayat (3) yang saat ini menjadi UU No 9 tahun 2016. Hukumannya tak sembarangan, penjara maksimal 4 tahun dan denda 750 juta rupiah.
Hal ini dapat berujung dipidana. Mereka yang merasa dihina dapat membuat laporan pelanggaran UU ITE UU No. 11 tahun 2008 serta perubahannya pasal 27 ayat (3) dan Pasal 45 ayat (3) yang saat ini menjadi UU No 9 tahun 2016. Hukumannya tak sembarangan, penjara maksimal 4 tahun dan denda 750 juta rupiah.
Tidak mencemarkan nama baik.
Hal ini diartikan sebagai perbuatan
menyerang kehormatan seseorang dengan menuduhkan sesuatu supaya diketahui umum. Jaga perkataan, hormati, dan hargai pengguna lainnya. Muatan pencemaran nama baik seperti yang dimaksudkan
dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE akan dijerat Pasal 45 Ayat (1) UU ITE.
Jadikan media sosial sebagai sarana berbuat kebaikan.
Media sosial dapat berpengaruh baik jika penggunanya bijak. Betapa
indahnya apabila media sosial digunakan untuk hal positif. Misalnya saja
mempersatukan sesama, membantu orang lain, memperluas relasi, membagikan pesan
damai, dan sebagainya.
Jika suatu hal mengganggu, lebih baik laporkan melalui fitur yang
telah tersedia. Tak perlu membuat keributan, blokir pengguna jika melakukan hal
negatif. Dunia maya tetap terjangkau hukum meski dengan identitas tersembunyi
sekalipun. Seluruh aktivitas di media sosial terekam dalam jejak digital.
Jejak itu dapat menjadi bukti apabila melanggar ketentuan hukum.

78 Komentar
❤❤❤❤
BalasHapusberguna banget ka isinya❤❤
BalasHapuswaah senang kalau bisa bermanfaat😊
HapusIzin share kak
BalasHapusboleh silahkan😊
HapusSetuju bgt nih kak yg bagian hindari hate comment
BalasHapusIyaap karena hate comment dapat mempengaruhi psikis orang lain
HapusBijak bermedia sosial mulai dr sekarang
BalasHapusYuk lebih hati-hati menggunakan media sosial!
Hapusinformatif bgt kakk, makasii
BalasHapusterimakasih sudah baca
Hapusbener bngt, karena dimana pun tempatnya kita harus beretika
BalasHapusSetuju! Harus beretika di dunia nyata maupun dunia maya.
HapusBerarti ga sembarangan juga ya, ternyata kalo mau menjadi penggguna media sosial yang baik harus mengetahui ini
BalasHapusIya dong, semua sudah ada aturannya😊
Hapussetuju banget sama artikel ini. Netizen harus lebih menjaga komentarnya karena hal2 yang menurut mereka bercanda pun bisa menjadi sesuatu yang menyakiti!
BalasHapusSetuju banget juga sama komentar ini. Karena itu, sebelum memberi komentar sebaiknya dipikir ulang terlebih dahulu ya..
HapusBermanfaat banget kakk
BalasHapusTerimakasih, senang kalau bisa bermanfaat😊
HapusSetuju banget sama pembahasan nya👍
BalasHapusTerimakasih sudah baca😊
Hapus💯💯💯
BalasHapusFreedom of speech doesn't justify online bullying! Nice kak ❣
BalasHapusArtikelnya mengedukasi bgt!!! Keren
BalasHapusTerimakasih sudah baca
Hapussetuju bangettt🖤
BalasHapussetuju banget kak , infonya berguna nih buat kita kita yg tiap hari main media sosial :)
BalasHapusPenting bgt nih buat generasi millenials yang gak bisa terlepas dari gadget. Menggunakan media sosial juga ada etikanya. Nice info rifdah☺
BalasHapusAduh bener banget deh gadget udah jadi kewajiban. Terimakasih sudah baca😊
Hapusnah yg begini gini ni harusnya banyak orang tau
BalasHapusPenting banget si yang kyak gini
BalasHapusorang orang harus tauu nih biar ngga sembarangan pake sosmed
BalasHapusjempolmu harimaumu, ya gak siiiiiiiiii
BalasHapusBetul bangeeet! Gak cuma mulut tapi jempol juga
HapusNgeri banget kalo sampe salah ngegunain media sosial
BalasHapusIyaa! salah menggunakan media sosial dapat menjadi boomerang untuk kita.
HapusNah, mari bijak menggunakan media sosial
BalasHapusYuk jadi insan yang bijak
HapusHati2, jaman sekarang, jarimu jeruji mu. Maka berhati2lah dalam menyampaikan pesan di sosial media. Btw maksih infonya👍🏻👍🏻
BalasHapusWah cocok buat dijadiin quotes nih.. Setuju.. Terimakasih sudah baca😊
HapusSetuju bgtt kakk
BalasHapusSudah saatnya kita harus bijak dalam menyikapi segala sesuatu
BalasHapusBetul sekali! Jadilah insan yang bijak
HapusKeren nih infonya . Jadi tau
BalasHapusTerimakasih sudah baca!
Hapusbukan cuma lidah aja yang tajam, tapi jari tangan juga bisa :(
BalasHapusTentunya dong, makanya harus lebih berhati-hati dengan tangan dan jari kita😊
HapusBeretika bukan hanya di dunia nyata saja, tapi di dunia maya juga harus punya etika.
BalasHapussangat bermanfaat��
BalasHapusBener nih, penting banget untuk memperhatikan etika di media sosial
BalasHapusParahsi ini netizen masa kini musti baca inini,!!
BalasHapusih bener banget, buat para netijen yang suka bgt asal komentar di media sosial wajib bgt ni baca ini.. makasih loh kak udh mengingatkan kita buat lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial
BalasHapusYuk dishare biar netijen lain juga lihat hehehe. Terimakasih sudah baca😊
Hapusnah bener banget tuh
BalasHapusSemua netijen +62 harus baca nih, biar ada etikany
BalasHapusbagus nih, biar pada beretika
BalasHapusSetuju banget! Bermedia sosial ya hrs ada etikanya, sama seperti di kehidupan nyata. Thanks ya infonya!
BalasHapusSetuju! Bukan hanya didunia nyata tapi dimedia sosial juga harus berprilaku baik
BalasHapusMakasih banget infonya. Semoga semoa jadi bijak bermedia sosial
BalasHapusMantap nih , jadilah pengguna medsos yang bijak
BalasHapusSetuju! Di media sosial pun kita harus beretika yang baik
BalasHapusTernyata hal kecil dapat menimbulkan dampak besar ya. Nice Kak Artikelnya. Bisa dijadikan referensi bagi orang-orang agar tidak berkomentar negatif...
BalasHapusJudul nya bikin bingung.. tapi isinya sangat bermanfaat, untuk berhati-hati
BalasHapusHehe maaf kalau bingung. Terimakasih sudah baca😊
HapusBener banget etika netizen jaman sekarang udah parah banget
BalasHapusSemoga kita termasuk insan yang bijak bersosial media ya!
HapusJaman skrg, jempol bisa bikin dampak positif & negatif, tergantung gmn kita menggunakannya. Nice article.
BalasHapusSemoga jempol kita termasuk yang membuat dampak positif yah! Terimakasih sudah baca.
HapusSetuju banget sama isi artikelnya. Biar orang indonesia bisa beretika dan bijak dalam menggunakan media sosial
BalasHapusMakasih kak, sangat bermanfaat infonya🤗
BalasHapusTerimakasih sudah baca😊
HapusSetuju, ada pepatah jarimu membunuhmu.
BalasHapusBenarr sekali
BalasHapusMakanya harus hati hati ya kalo komen atau ngeshare di sosmed
BalasHapusMakasih pengetahuan barunyaaa!!!
BalasHapusNah setuju banget!
BalasHapusTerima kasih infonya ka
BalasHapusKejahatan di media sosial sekarang memang semakin banyak.. selain harus hati hati dalam berkomentar, harus hati hati juga agar tidak terpengaruh oleh komentar jahat
BalasHapus